Pukul Berapa yaaaaa??

Slider

02 June 2010

Lombok bakal disulap seperti Bali


Bali sebagai kawasan wisata internasional bakal mendapat saingan berat dari daerah tetangga di masa datang. Ini menyusul rencana pengembangan Megaproyek pariwisata Lombok, yang bakal disulap seperti BTDC Nusa dua, Bali. Pihak BTDC (Bali Tourism Development Corporation) selaku pengembang pariwisata Bali juga membenarkan rencana proyek tersebut.


Megaproyek kawasan wisata elit di Lombok, NTB ini digarap investor pengembang properti dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yakni Emaar properties. Rencananya, pihak Emaar Properties akan memulai megaproyek ini tahun 2008. Megaproyek lokasi wisata megah Nusa Dua ala Lombok ini diperkirakan bakal menelan biaya 600 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,446 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BTDC, I Made Mandra memperkirakan kawasan pariwisata mega di Lombok itu sudah bisa dinikmati tamu, 3 tahun mendatang. Kawasan peristirahatan nan mewah itu nantinya akan diisi vila, dan hotel berbintang lima ke atas.
Sedangkan pangsa pasar utamanya adalah wisatawan Timur Tengah. Diharapkan, dengan selesainya pembangunan dan pengoperasian Bandara Internasional di Penujak, Lombok Tengah, wisatawan dari Timur Tengah bisa langsung terbang dari negaranya ke Lombok. Apalagi, jarak bandara internasional ke lokasi wiasata mewah yakni Pantai Kuta dan Tanjung di Lombok itu hanya sekitar 16 km. Ditambahkan Mandra, luas lahan yang akan dikembangkan jadi kawasan wisata elite di Lombok seluas 1.175 hektare. Jadi, luasnya 4 kali kali luas kawasan BTDC Nusa Dua, Bali.

Satu kendala bagi Bali untuk menggaet wisatawan manca negara dalam jangka panjang jika tak ingin disalip `tetanganya' itu, adalah masalah bandara. Sekadar perbandingan, Bandara Internasional Penujak (Lombok) akan dibangun dengan panjang runway (landas pacu) 4.500 meter. Sedangkan Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban, yang jadi kebanggaan
Bali, hanya punya runway 3.000 meter. Dengan kondisi seperti ini, tidak mungkin bagi Bandara Ngurah Rai melayani pesawat berbadan besar seperti Air Bus. Sebaliknya, Bandara Internasional Penujak bisa melayani pesawat berbadan besar yang mengangkut lebih dari 500 penumpang. Kondisi ini sudah lama dikeluhkan kalangan pelaku pariwisata di Bali. Wacana untuk pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai pun sudah digaungkan sejak 3 tahun silam, ketika isu pembangunan Bandara Internasional Penujuk mulai merebak pada 2005.
Setahun lalu, Wapres Jusuf Kalla sudah menginstruksikan agar runway Bandara Ngurah Rai diperpanjang menjadi 4.000 meter dari semula 3.000 meter. Namun, sesuai rencana pengembangan yang dijalankan pihak Angkasa Pura I Pusat, runway Bandara Ngurah Rai tidak akan diperpanjang sebelum tahun 2025. Dengan dibangunnya bandara internasional di Lombok Tengah, sebagian wisman kemungkinan akan langsung mendarat di Lombok, tanpa singgah ke Bali. Apalagi, di wilayah NTB banyak kawasan wisata menarik. Dari sana, turis bisa melihat Bali, termasuk keberadaan Pura Narmada.

Kalau 10 persen saja wisman yang mendarat di Lombok tidak meneruskan perjalanan ke Bali, berarti pemasukan Bali akan hilang sekitar 170 juta dolar AS per tahun. Asumsinya, sebagaimana pernah diungkapkan Menbudpar Jero Wacik beberapa waktu lalu, sekitar 1,7 juta turis asing
per tahun diharapkan datang ke Bali. Hitung-hitungan bisnis, turis asing yang masuk ke Bal rata-rata memberi pemasukan 1.000 dolar AS per orang, dari belanja, penginapan, dan lainnya

modal paling mendasar bagi Bali jika ingin bersaing dengan Lombok, tentu saja, harus mengembangkan Bandara Internasional Ngurah Rai yang sekarang sudah krodit. Perluasan bandara, kata dia, menjadi satu keharusan, sehingga pesawat pesawat berbadan besar bisa mendarat di Bali. Selama ini, pesawat besar besar dari Eropa lebih banyak singgah di Singapura. Maklum, runway (landasan pacu) Bandara Ngurah Rai hanya sepanjang 3.000 meter, itu pun cuma satu runway. Padahal, untuk bisa melayani pedawat besar seperti Air Bus, Bandara Ngurah Rai minimal harus punya landasan pacu sepanjang 3.600 meter.



Taken from: www.nusabali.com

Ada Bali di Lombok?


Di Lombok Anda bisa menemukan Bali, tapi di Bali Anda tidak bisa menemukan Lombok. Begitu penilaian sejumlah orang perihal Lombok usai berwisata, sejak dulu. Benarkah begitu? Lalu apa yang dimiliki Lombok dan tak ada di Bali?

Sewaktu menginjakkan kaki di Bandara Internasional Selaparang, Mataram, Lombok, kesan Lombok berbeda dengan Bali sudah mulai terasa. Langit bandara dan Mataram ketika itu biru, awannya berawan putih seolah berada di negeri awan.

Dan ketika menyusuri Lombok lebih jauh, ternyata anggapan itu bukan isapan jempol. Lombok ternyata puya daya pikat luar biasa yang tidak dimiliki Bali. Di pulau terbesar kedua setelah Sumbawa yang menjadi bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, ternyata bukan hanya memiliki Kawasan Pantai Senggigi, Tiga Gili, dan Gunung Rinjani yang sudah memancanegara. Melainkan juga sejumlah obyek wisata lain yang potensial menjaring lebih banyak lagi wisnus dan wisman di kemudian hari.

Terlebih kini tengah dibangun Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah. BIL dibangun untuk menggantikan Bandara Selaparang di Mataram yang sudah tak mampu lagi memenuhi pertumbuhan penumpang dan frekuensi penerbangan ke pulau itu. Ada juga yang menyebutkan, pembangun BIL ini sebagai salah satu syarat Emaar Properties dari Dubai selaku calon investor yang akan mendanai proyek mega wisata seluas 1.250 hektar di Lombok Tengah bagian Selatan.

Luas BIL mencapai 535 hektar atau dua kali lebih luas daripada Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Biaya pembangunannya sebesar Rp 665 miliar. Ditargetkan mulai beroperasi awal 2010.

Ada Kuta Berpasir Merica

Mendengar nama Pantai Kuta (baca: Kute), pasti yang terekam di benak kita pantai tersohor yang (hanya) ada di Pulau Dewata Bali. Padahal di Lombok pun ada pantai indah yang juga bernama Kuta.

Kendati sama-sama bernama Kuta, jelas pesona keduanya berbeda. Bila Pantai Kuta di Bali berpasir sebagaimana umumnya pantai lainnya, lembut dan putih. Lainnya halnya dengan pasir Pantai Kuta Lombok. Butiran pasirnya seperti merica berwarna putih yang menghampar di sepanjang bentangan pantainya.

Konon pasir berbentuk merica itu berasal dari butiran karang tempat nyale atau cacing laut bersarang. Nyale-nyale yang jumlah miliaran itu membuat sarang di karang-karang putih dengan cara melubangi karang. Sisa galian nyale itu berbentuk butiran-butiran pasir yang kemudian dihanyutkan ombak ke pantai.

Lantaran berbentuk seperti butiran-butiran seperti merica, banyak warga dan pengunjung pantai ini menganggap lebih nyaman saat diinjak tanpa alas kaki dan bermanfaat memperlancar sirkulasi darah. Keistimewaan pantai ini (lagi), setiap setahun sekali digelar Festival Bau Nyale atau mencari nyale. Dan sekali lagi hanya ada di Kuta Lombok bukan Bali.

Bedanya lagi, kalau di Kuta Bali kondisinya sangat ramai dengan wisatawan sehingga agak sulit mendapatkan suasana yang lebih privacy, tenang, dan asri. Berbeda dengan Kute Lombok, suasananya lebih tenang dengan suguhan alam yang jauh lebih memikat. Pantainya dilataribelakangi perbukitan dan bukit karang yang menghijau, airnya bening dan aman untuk direnangi. Pengunjungnya masih sepi. Yang ada hanyalah sejumlah anak, penjual cendera mata yang "gigih" menawarkan dagangannya.

Pantai Kuta Lombok memang belum setenar Kuta Bali bahkan Pantai Senggigi di Lombok Barat. Namun dengan segala perbedaan dan keistimewaannya, pantai ini bakal menjaring wisnus dan wisman lebih banyak, kelak. Untuk menjangkau pantai ini dari Senggigi memakan waktu sekitar 2.5 jam, melalui Kota Mataram. Tapi Bila nanti BIL sudah beroperasi waktu tempuhnya jelas lebih singkat.

Sekitar 1,5 Km dari Pantai Kuta ada Hotel Novotel Coralia Lombok, hotel berbintang satu-satunya yang terdekat dengan Pantai Kuta. Pengunjung hotel ini kerap berwater sport atau sekadar berjemur dipantainya yang eksotis. Di dekat pantainya terdapat beberpa warung makan sederhana milik penduduk setempat yang juga menjyediakan air kelapa segar. Diprediksi sejumlah hotel baru dan rumah makan akan tumbuh bila BIL sudah benar beroperasi.

Toleransi Sejati di Pura Lingsar

Selain pantai yang bernama sama seperti di Bali. Di Lombok juga terdapat sejumlah pura. Salah satunya Pura Lingsar yang terletak di Desa Lingsar, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Berjarak sekitar 9,5 km dari Kota Mataram atau lebih kurang 7 Km dari Cakranegara. Pura terbesar dan tertua di Lombok ini dibangun pada 1714 oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem. Konon nama lingsar berasal dari bahasa Sansekerta, ling berarti "sabda" dan sar bermakna "sah"" atau "jelas".

Pura Lingsar ada kaitan erat dengan sejarah kedatangan ekspedisi Anglurah Ketut Karangasem pada 1692 Masehi. Ketika sang anglurah bersemadi di Pura Panggung, Lombok Barat, ia mendapatkan petunjuk gaib guna mencari sebuah mata air yang bernama atis toya hengsar ke arah Timur laut dari tempat tersebut.

Saat beristirahat di dekat kawasan yang dituju, ia dikejutkan suara gemuruh dari Selatan hutan. Lalu ia menuju ke arah itu dan mendapatkan mata air tersebut. Akhirnya, ia membangun pura yang kemudian dinamakan Pura Lingsar.

Luas keseluruhan kawasan Pura Lingsar beserta tamannya sekitar 26,663 hektar. Terbagi menjadi beberapa bagian yakni komplek "kolam kembar" (bagian paling depan), halaman taman bagian atas, halaman bencingah (bagian bawah depan kemaliq), kelompok bangunan pura (Ulon dan Gaduh) berpagar tembok, kelompok bangunan kemaliq (termasuk pasiraman), telaga ageng (kolam besar dan panjang, terletak di sebelah Selatan), dan pancoran sembilan (tempat pemandian) dan sekitarnya.

Salah satu ciri khas areal Pura Lingsar adalah adanya mata air yang sangat besar dan melimpah. Mata air itu dalam bahasa Bali disebut Telaga Ageng, sedangkan bahasa Sasaknya aik mual. Aik berarti "air" dan mual bermakna "melimpah keluar". Oleh karenanya Pura Lingsar kerap disebut oleh warga Suku Sasak dengan sebutan Pura Aik Mual.

Yang membedakan pura ini dengan pura lainnya di Bali selain kekhasan dan keunikan secara arsitektur, juga karena adanya Pura Ulon dan Pura Gaduh tempat persembahyangan umat Hindu dan di dalamnya terdapat pula bangunan suci kemaliq yang dipuja pula dan dihormati keberadaannya oleh Suku Bali yang beragama Hindu dan Suku Sasak yang menganut Islam. Konon kemaliq juga banyak dikunjungi warga Tionghoa, umumnya yang beragama Buddha dan Kong Fu Tse.

Bila Anda datang akhir November atau saat Desember, di Desa Lingsar digelar Perang Topat yang diadakan oleh umat Hindu dan Islam sebagai tanda terimakasih kepada Tuhan YME atas berkah yang diberikan selama setahun. Dalam acara budaya tahunan ini masyarakat saling melempar ketupat satu sama lain mulai pukul 16.30 sore saat bunga waru rontok dari rantingnya.

Bila ada upacara keagamaan di pura ini, masyarakat yang berbeda agama turun membantu. Dengan begitu Pura Lingsar bukan sekadar tempat beribadah sekaligus obyek wisata sekaligus bukti nyata adanya toleransi sejati antaragama sejak lama di Lombok.

Gerabah Khas Lombok

Di Bali Anda mungkin bisa menyaksikan sejumlah gerabah atau tembikar yang ternyata berasal dari Lombok. Tapi bila Anda datang langsung ke Lombok. Anda bukan cuma melihat bermacam gerabah khas Lombok di toko souvenir dan membelinya dengan harga yang lebih murah, melainkan juga dapat menyaksikan langsung proses pembuatannya, mulai dari menggali tanah liat, menjemurnya lalu dicampur air dan pasir. Kemudian diolah menjadi gerabah dengan peralatan sederhana sampai proses pembakaran secara tradisional yang disebut tenunuq lendang atau pembakaran di tengah kebun dengan kayu kering dan jerami.

Masyarakat Sasak sejak lama akrab dengan gerabah. Hal ini dikisahkan dalam cerita rakyat Dewi Anjani. Suatau ketika Dewi Anjani mengirim manuk bre, burung pembawa pesan untuk menolong sepasang manusia yang kebingungan menanak beras. Kemudian sang Dewi mengajari mereka mengolah tanah gunung menjadi periuk.

Hingga kini kerajinan gerabah masih menjadi bagian hidup lebih dari 10.000 perajin yang tersebar di Lombok. Ada 3 desa sentra perajin gerabah, yaitu Desa Banyumulek di Lombok Barat, Masbagik Timur di Lombok Timur, dan Desa Penujak di Lombok Tengah. Dari 11 dusun di Desa Banyumulek, ada 4 dusun sentra gerabah yakni di Banyumulek Barat, Banyumulek Timur, Gubug Baru, dan Muhajirin.

Gerabah Lombok selama ini mendominasi Bali. Sekitar 75 persen produk gerabah yang dibuat di Lombok dijual di Bali. Sementara sisanya 25 persen dijual di Lombok atau diekspor. Ada 28 negara yang menjadi tujuan pasar gerabah Lombok antara lain AS, Belanda, Italia, dan Selandia Baru. Sayangnya perdagangan gerabah Lombok masih tergantung terhadap Bali sebagai "pintu gerbang".

Bisa jadi kelak, setelah BIL beroperasi, ketergantungan itu tak ada lagi. Kendati gerabah Lombok bersaing dengan gerabah Pleret dan Kasongan (dalam negeri) serta gerabah Thailand (luar negeri). Namun gerabah Lombok punya daya saing tersendiri. Kandungan pasir kuarsanya cukup tinggi, kaolinnya pun bagus, dan yang terpenting sudah dilengkapi sertifikat tidak beracun sehingga aman sebagai wadah makanan maupun minuman.Sumber: Majalah Travel Club

JADWAL SIARAN TELEVISI PIALA DUNIA AFRIKA 2010 RCTI


Buat para Penggemar Bola dan piala dunia, pial bergebsi sedunia ini::;sedikit info tentang jadwal dan sekaligus siaran langsung telivisi yang di sirakn Oleh RCTI Oke...

* jadwal dalam Waktu Indonesia Barat (WIB)
Grup A
Afrika Selatan - Meksiko
11/06/10 21:00 RCTI & Global
Uruguay - Prancis
12/06/10 01:30 RCTI
Afrika Selatan - Uruguay
17/06/10 01:30 RCTI
Prancis - Meksiko
18/06/10 01:30 RCTI
Prancis - Afrika Selatan
22/06/10 21:00 RCTI
Meksiko - Uruguay
22/06/10 21:00 Global


Grup B
Korea Selatan - Yunani
12/06/10 18:30 Global
Argentina - Nigeria
12/06/10 21:00 RCTI
Argentina - Korea Selatan
17/06/10 18:30 Global
Yunani - Nigeria
17/06/10 21:00 RCTI
Nigeria - Korea Selatan
23/06/10 01:30 Global
Yunani - Argentina
23/06/10 01:30 RCTI


Grup C
Inggris - Amerika Serikat
13/06/10 01:30 RCTI
Aljazair - Slovenia
13/06/10 18:30 Global
Slovenia - Amerika Serikat
18/06/10 21:00 RCTI
Inggris - Aljazair
19/06/10 01:30 RCTI
Amerika Serikat - Aljazair
23/06/10 21:00 Global
Slovenia - Inggris
23/06/10 21:00 RCTI


Grup D
Serbia - Ghana
13/06/10 21:00 RCTI
Jerman - Australia
14/06/10 01:30 RCTI
Jerman - Serbia
18/06/10 18:30 Global
Ghana - Australia
19/06/10 21:00 RCTI
Ghana - Jerman
24/06/10 01:30 RCTI
Australia - Serbia
24/06/10 01:30 Global


Grup E
Belanda - Denmark
14/06/10 18:30 Global
Jepang - Kamerun
14/06/10 21:00 RCTI
Belanda - Jepang
19/06/10 18:30 Global
Kamerun - Denmark
20/06/10 01:30 RCTI
Denmark - Jepang
25/06/10 01:30 Global
Kamerun - Belanda
25/06/10 01:30 RCTI


Grup F
Italia - Paraguay
15/06/10 01:30 RCTI
Selandia Baru - Slowakia
15/06/10 18:30 Global
Slowakia - Paraguay
20/06/10 18:30 Global
Italia - Selandia Baru
20/06/10 21:00 RCTI
Paraguay - Selandia Baru
24/06/10 21:00 Global
Slowakia - Italia
24/06/10 21:00 RCTI


Grup G
Pantai Gading - Portugal
15/06/10 21:00 RCTI
Brasil - Korea Utara
16/06/10 01:30 RCTI
Brasil - Pantai Gading
21/06/10 01:30 RCTI
Portugal - Korea Utara
21/06/10 18:30 Global
Portugal - Brasil
25/06/10 21:00 RCTI
Korea Utara - Pantai Gading
25/06/10 21:00 Global


Grup H
Honduras - Cili
16/06/10 18:30 Global
Spanyol - Swiss
16/06/10 21:00 RCTI
Cili - Swiss
21/06/10 21:00 RCTI
Spanyol - Honduras
22/06/10 01:30 RCTI
Cili - Spanyol
26/06/10 01:30 RCTI
Swiss - Honduras
26/06/10 01:30 Global


16 Besar
X1: Juara Grup A vs. Runner-Up Grup B
26/06/10 21:00 RCTI
X2: Juara Grup B vs. Runner-Up Grup A
28/06/10 01:30 RCTI
X3: Juara Grup C vs. Runner-Up Grup D
27/06/10 01:30 RCTI
X4: Juara Grup D vs. Runner-Up Grup C
27/06/10 21:00 RCTI
X5: Juara Grup E vs. Runner-Up Grup F
28/06/10 21:00 RCTI
X6: Juara Grup F vs. Runner-Up Grup E
29/06/10 21:00 RCTI
X7: Juara Grup G vs. Runner-Up Grup H
29/06/10 01:30 RCTI
X8: Juara Grup H vs. Runner-Up Grup G
30/06/10 01:30 RCTI


Perempat-Final
Y1: Pemenang X5 vs. Pemenang X7
02/07/10 21:00 RCTI
Y2: Pemenang X1 vs. Pemenang X3
03/07/10 01:30 RCTI
Y3: Pemenang X4 vs. Pemenang X2
03/07/10 21:00 RCTI
Y4: Pemenang X6 vs. Pemenang X8
04/07/10 01:30 RCTI


Semi-Final
Z1: Pemenang Y1 vs. Pemenang Y2
07/07/10 01:30 RCTI
Z2: Pemenang Y3 vs. Pemenang Y4
08/07/10 01:30 RCTI


Tempat Ketiga
Kalah Z1 vs. Kalah Z2
11/07/10 01:30 RCTI


FINAL
Pemenang Z1 vs. Pemenang Z2
12/07/10 01:30 RCTI


Sponsor By



Sarana berbagi informasi dunia kerja dan usaha